Dana Darurat: Berapa Idealnya dan Cara Mengumpulkannya
Kenapa Dana Darurat Wajib?
PHK, motor rusak, orang tua sakit — hidup penuh kejutan. Tanpa dana darurat, satu kejadian tak terduga bisa memaksamu berutang dengan bunga tinggi.
Dana darurat adalah fondasi keuangan: sebelum investasi, sebelum cicilan konsumtif.
Berapa Idealnya?
- Lajang, karyawan tetap: 3x pengeluaran bulanan
- Pasangan / sudah menikah: 6x pengeluaran bulanan
- Freelancer / pendapatan tak tetap: 9–12x pengeluaran bulanan
Contoh: pengeluaran Rp 5 juta/bulan dan kamu lajang → target Rp 15 juta.
Cara Mengumpulkannya
1. Hitung Pengeluaran Bulananmu
Catat 1–2 bulan pengeluaran di Dompetku untuk tahu angka riil, bukan kira-kira.
2. Buat Target di Savings Goal
Buat tujuan “Dana Darurat” dengan target dan deadline. Dompetku menghitung setoran bulanan yang dibutuhkan otomatis.
3. Otomatiskan Setoran
Begitu gajian, pindahkan 10–20% ke rekening terpisah sebelum belanja. Prinsip pay yourself first.
4. Simpan di Tempat Likuid
Rekening bank terpisah atau e-wallet khusus — mudah diakses saat darurat, tapi tidak tercampur uang jajan.
Catatan: Konten ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi investasi. Sesuaikan dengan kondisi keuanganmu.
Mulai bangun dana daruratmu hari ini dengan Dompetku — buat Savings Goal pertamamu dalam 2 menit!